Privacy

Apa Itu Privasi Kebijakan? Pemahaman, Keutamaan, Point Yang Harus Ada

Apa itu Privasi Kebijakan?
Privasi kebijakan (peraturan privacy) ialah pengakuan hukum yang menerangkan bagaimana perusahaan kumpulkan, mengolah tangani, dan menghargai data personal pelanggannya di website atau program. Beberapa peraturan privacy memakai bahasa yang terang dan eksplisit untuk pastikan jika pelanggan atau pengunjung website mereka pahami data personal apa yang dihimpun perusahaan dan bagaimana perusahaan akan memakai informasi itu. Peraturan privacy dibutuhkan untuk tiap media digital yang kumpulkan data pemakai, seperti website, situs e-niaga, website, program website, program mobile, dan program desktop.

Contoh informasi yang dihimpun dengan umum mencakup nama, tanggal lahir, alamat e-mail, nomor telephone, alamat IP, dan informasi individu yang lain. Informasi ini bisa diambil saat pengunjung ada di website, membuat akun, atau lakukan subscription.
Selain itu, bisa tentukan dalam peraturan privacy buat apa data pemakai dihimpun. Contohnya, website anda mungkin memakai alamat IP pengunjung untuk menyaksikan halaman yang mana mereka datangi. Ini memungkinkannya anda membuat referensi tentang situs berkaitan yang mungkin dicintai pemakai ini.

Mengapa Privasi Kebijakan Penting?
Anda sebaiknya ketahui dulu mengapa privasy kebijakan itu penting saat sebelum membuat privasi kebijakan.

1. Web lebih paling dipercaya
Beberapa website dengan capaian pemakai yang lebih besar ditegaskan bila mempunyai halaman privasi kebijakan. Halaman ini ialah bukti jika pemilik website pahami dan terbuka untuk pemakaian informasi pengunjung. Karena pengunjung bisa ketahui informasi apa yang disuruh dan diletakkan oleh website. Ini penting karena tingkatkan keyakinan pemakai web anda. Pemakai akan merasa nyaman dan aman terhubung web anda semakin lama. Bahkan juga, mereka mereferensikan seseorang untuk buka web anda.

2. Menaati hukum
Privasi kebijakan adalah langkah untuk menaati hukum pada internet. Secara eksklusif, maksudnya untuk jamin tidak ada beberapa hal yang tidak diharapkan. Seperti penyimpangan pengunjung, jual-beli data pemakai, dan lain-lain.

Salah satunya hukum ini ialah General Data Protection Regulation (GDPR). Pada 25 Mei 2018 ketentuan ini berlaku untuk semuanya orang di dunia yang engolah, simpan, atau mengolah data personal warga di semua Uni Eropa (UE). Ini untuk menghambat website salah gunakan informasi individu tidak ada ijin pengunjung. Pelanggaran ketentuan itu akan berpengaruh pada denda. Denda bisa sekitar dari Rp 174 sampai Rp 348 miliar bergantung tipe pelanggarannya.

3. Salah satunya persyaratan service faksi ke-3
Halaman privasi kebijakan adalah persyaratan wajib bila ingin memakai service faksi ke-3 . Hal itu karena faksi ke-3 tidak ingin bermasalah dengan hukum atas penyimpangan data pengunjung. Tetapi, service faksi ke-3 yang memakai informasi individu pengunjung website anda untuk memperoleh informasi yang berguna.

Transparan bisa diraih lewat privasi kebijakan. Seluruh pihak yakni web anda, pengunjung web, dan service faksi ke-3 sama ketahui kegiatan web yang tentu saja tidak bikin rugi siapa saja. Integritas web Anda pun akan bertambah karena peraturan privacy mengatakan jika web Anda memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pemakainya.
Contoh service faksi ke-3 yakni Google tools seperti Google AdSense, Google AdWords dan Google Analytics.

Point Penting Yang Harus Ada Di Privasi Kebijakan
1. Informasi apa yang dihimpun
Hal pertama kali yang harus diikutkan dalam privasi kebijakan ialah mengatakan informasi apa yang website mengumpulkan dari pengunjung. Beri detil seperti nama pemakai, nomor telephone, alamat, alamat IP.

Selain informasi dasar, berikut ini daftar informasi yang umumnya dihimpun dari pengunjung website.

• Informasi contact
• Alamat IP untuk terhubung website.
• Informasi pendidikan dan tugas.
• Cookies
• Username dan password
• Informasi pembayaran
• Komentar, masukan, posting, atau content lain
• Sistem komunikasi yang diputuskan oleh pengunjung
• Pembelian dan kisah pencarian
• Lokasi piranti pengunjung
• Ketertarikan individu pengunjung
• Berbicara dengan pengunjung lain

2. Langkah kumpulkan informasi
Ada cara-cara untuk kumpulkan informasi pengunjung lewat web, yakni:

• Website sepanjang registrasi, pembikinan akun, dan pembelian.
• Faksi ke-3 dari database public, partner marketing bersama, media sosial, dan lain-lain.
• Server arsip log berbentuk alamat IP yang mengenali waktu dan halaman yang didatangi di website.
• Pemakaian program saat pengunjung memakai program, anda bisa kumpulkan informasi tentang tanggal dan waktu pemakaian program, dan mencari dan merekam pemakaian program, lokasi fisik, dan lain-lain.

3. Cookies
Bila website anda memakai cookies untuk mencari kegiatan dan catatan pemakai, anda pun harus menerangkan ini dalam peraturan privacy. Anda harus menerangkan ke pengunjung apa itu cookie dan bagaimanakah cara kerjanya jika dengan kontribusi cookies, pengunjung tak lagi harus mengatur setiap berkunjung web, karena kisah lawatan disimpan.

Privacy Policy

4. Langkah pemakaian informasi
Ada cara-cara memakai informasi individu pengunjung, yakni:

• Perbaiki informasi service atau produk ke pelanggan.
• Untuk maksud komunikasi, tawarkan/beli produk atau service.
• Kirim daftar, penawaran, e-mail marketing, buletin, dan lain-lain.
• Transparansi informasi ke pemerintahan atau kewenangan. Khususnya hukum yang berjalan.
• Untuk memungkinkannya pengunjung memakai service website.
• Untuk penilaian, peningkatan, analitis data, perpecahan permasalahan, survey, dan kenaikan service website.
• Memberi referensi content atau iklan lebih sesuai keperluan pemakai.

5. Penyimpanan informasi
Penyimpanan informasi kuat hubungannya dengan keamanan data. Pemilik website, anda harus pastikan keamanan informasi yang dihimpun dari pemakai. Dalam peraturan privacy Anda bisa mengatakan sistem yang dipakai membuat perlindungan data personal pengunjung, seperti perlakuan organisasi, tehnis, dan administratif.

6. Share data dengan faksi ke-3
Faksi ke-3 ialah faksi yang terturut pada masalah di antara pemilik web dan pengunjung. Saat pengunjung mengklik link faksi ke-3 (program atau website tertentu) di website anda, pemakai meng ikuti privasi policyyang berlainan. Ini bermakna jika semua privasi kebijakan website yang dikaitkan bukan tanggung-jawab anda.

7. Peraturan yang lain
Tiap website mempunyai peraturan yang tidak sama bergantung keperluan. Berikut peraturan yang lain yang bisa anda tambah:

• Iklan
• Google AdSense
• Peralihan atau penyempurnaan peraturan
• Pemakaian website oleh anak di bawah usia

8. Kesepakatan
Pada point paling akhir itu, tegaskan jika peraturan yang dibikin menaati hukum dan ketentuan yang berjalan. Pada umumnya, point kesepakatan mengutamakan jika pemakai dengan automatis terima syarat pemakaian yang tertera dalam privasi kebijakan.

Ringkasan
Privasi kebijakan (peraturan privacy) ialah pengakuan hukum yang menerangkan bagaimana perusahaan kumpulkan, mengolah tangani, dan menghargai data personal pelanggannya di website atau program.

Ada argumen privasi kebijakan itu penting pada sebuah website yakni karena Web lebih paling dipercaya, Menaati hukum, Salah satunya persyaratan service faksi ke-3 .

Saat membuat privasi kebijakan ada banyak hal yang jadi perhatian yakni informasi apa yang dihimpun, langkah kumpulkan informasi, cookies, langkah pemakaian informasi, penyimpanan informasi, share data dengan faksi ke-3 , peraturan yang lain, dan kesepakatan.

 

Comments Off on Apa Itu Privasi Kebijakan? Pemahaman, Keutamaan, Point Yang Harus Ada