privasi perusahaan

Perusahaan beralih ke internet untuk pengembangan bisnis. Mereka mendapatkan banyak keuntungan karena sistem lebih efisien dan menjangkau konsumen lebih luas. Untuk tujuan tersebut, mereka harus menerapkan proteksi untuk menjaga data dan privasi. Perusahaan mempunyai data penting dan berisiko dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab bahkan menjadi alasan perbuatan melawan hukum.

Sebagai contoh, perusahaan membuat dan mengembangkan teknologi untuk smartphone. Setelah melalui ratusan percobaan, hasil akhir sangat menggembirakan. Jika data sampai bocor, kompetitor akan memproduksi lebih dulu. Inilah yang harus diantisipasi karena kerahasiaan data adalah prioritas utama. Beberapa cara berguna untuk memastikan data terjaga dan tidak ada kebocoran privasi.

  • Vendor terpercaya

Perusahaan tidak bisa bekerja memenuhi semua hal.Sebagai contoh bank yang butuh vendor atau pihak ketiga untuk menyediakan sistem keamanan dan perbankan. Bank membayar mereka dan vendor membuat sistem sesuai permintaan.Jika vendor tersebut nakal, bisa saja terjadi kebocoran data.Inilah alasan mengapa perusahaan harus memilih vendor dengan sangat teliti terutama menyangkut sistem penting dan rentan. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kredibilitas. Vendor terpercaya sudah pasti punya pengalaman dan kredibilitas tinggi.Mereka bukan perusahaan baru bahkan tidak jelas alamatnya.

  • Level akses dan proteksi maksimal

Perusahaan punya struktur organisasi dari level tinggi, menengah, hingga bawah. Masing-masing pihak di level tersebut punya akses berbeda. Karyawan hanya mendapat akses level pertama ketika masuk ke sistem. Mereka melakukan apapun berdasarkan petunjuk dan ketentuan.Fitur juga terbatas sesuai level. Untuk manager, level lebih tinggi diberikan.Di posisi ini, manajer punya fitur lebih dibanding karyawan tetapi masih sesuai dengan tugas utamanya. Level akhir biasanya top management seperti direktur. Mereka bertanggung jawab terhadap perusahaan secara penuh sehingga harus punya akses secara keseluruhan.

privasi perusahaan

  • Lockdown dan emergency

Untuk mengatasi masalah keamanan dan privasi, perusahaan punya sistem lockdown dan emergency. Jika privasi bocor, lockdown atau karantina akan diterapkan. Orang-orang yang berkaitan dengan situasi ini akan segera ditempatkan khusus. Mereka harus dimintai keterangan mengapa situasi ini terjadi.Data yang bocor berakibat fatal apalagi menyangkut privasi.Perusahaan harus segera melakukan tindakan darurat untuk memastikan tidak ada lagi kebocoran.Hal penting lain adalah menelusuri kemana arus privasi itu bermuara.

  • Tindakan hukum

Langkah terakhir adalah dari sisi legalitas.Anda pernah mendengar istilah kontrak khusus dan tertutup.Ketika sudah memberikan tanda tangan, anda harus patuh apapun isi kontrak tersebut. Perusahaan menggunakan cara ini untuk menghindari kebocoran informasi. Mereka tidak ingin pengalaman dan data karyawan tersebar setelah mereka pensiun atau mengundurkan diri. Kompetitor akan berusaha membajak pegawai terbaik untuk mendapatkan data secara cepat tanpa riset. Untuk menghindari kondisi tersebut, perusahaan menyerahkan kepada hukum dan pengacara.Kontrak dibuat sedemikian rupa agar mengikat dan memberikan proteksi.Cara ini sangat efektif meskipun tidak melibatkan teknologi digital dan sistem komputer.

Masih ada beberapa cara lagi untuk menjaga privasi perusahaan. Salah satunya adalah mencari informasi calon karyawan dari sosial media. Karakter mereka bisa terdeteksi jika karyawan tersebut aktif di sosial media.Beberapa perusahaan tidak melanjutkan sesi wawancara karena calon karyawan tersebut punya kebiasaan yang tidak menyenangkan. Perusahaan sama seperti individu karena mereka juga butuh privasi. Tentu saja, konsep privasi mereka agak berbeda karena menyangkut data dan informasi.