privasi anak

Di era yang sudah serba digital ini, gadget merupakan salah satu hal penting yang wajib untuk dimiliki. Namun masalah privasi sering kali menyangkut banyak pihak lantaran kurang teliti dalam menjaga privasi online miliknya. Mudahnya orang untuk membagikan segala aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari ke media sosial tentu saja akan membuat tak ada lagi yang namanya batasan privasi dalam kehidupan dunia maya.

Tidak hanya bagi orang dewasa saja, tapi juga berlaku untuk anak-anak. Terlebih lagi jika kini banyak sekali orang tua yang sering mengunggah aktivitas yang dilakukan oleh anak mereka dalam akun media sosial miliknya. Selain itu ada juga beberapa orang tua yang bahkan membuat satu akun pribadi atas nama anak mereka. Hal ini bisa juga disebut sehabai Sharenting. Jika hal tersebut terjadi, maka privasi yang dimiliki oleh anak akan mulai hilang.

Setiap orang tua tentu saja merasa bangga setiap kali anak mereka mengalami pencapaian baru dalam proses tumbuh kembang yang dialaminya. Oleh sebab itu tak jarang dari mereka mempostingnya ke media sosial. Saat ini tingginya resiko akan cyber crime membuat orang tua harus paham betul tentang berbagai kejahatan yang bisa dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab kepada anak-anak melalui media sosial.

sosial media anak

Para orang tua tentu saja harus paham betul bagaimana cara membatasi privasi yang dimiliki oleh anak mereka agar nantinya tidak menjadi konsumsi public dan menghilangkan sisi privasi yang dimiliki oleh anak. Salah satu upaya yang bisa membantu menjaga privasi anak di media sosial adalah tidak menuliskan caption yang berisi berbagai informasi detail terkait data diri anak.

Para orang tua diharapkan untuk tidak membagikan informasi pribadi anak sepeti tanggal lahir, tempat anak bersekolah, membagikan kegiatan anak secara rinci, dan berbagai hal lainnya yang memiliki sifat personal. Selain itu hati-hati juga dalam menaruh lokasi di keterangan foto anak karena informasi tersebut jika jatuh ke tangan yang salah akan menjadi hal yang bersifat negative dan bisa merugikan.

Saat ini ada banyak kasus penculikan yang diakibatkan dari media sosial. Tak hanya bagi orang dewasa saja, akan tetapi anak-anak pun menjadi bahan intaian orang tak bertanggung jawab seperti para penculik itu. Oleh sebab itu para orang tua harus sadar bahwa menyebarkan data pribadi anak itu tidak terlalu baik bagi kehidupan di media sosial karena bisa mendatangkan hal-hal negative yang berbahaya.

Selain caption, para orang tua juga harus menghindari untuk mengunggah foto atau video anak yang sedang tidak menggunakan pakaian, sedang berada di kamar mandi, atau foto-foto lain yang bersifat personal karena bisa menjadi sangat berbahaya. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab yang bisa memanfaatkan foto atau video tersebut yang bisa merugikan anak-anak.

Untuk menjaga privasi anak, orang tua juga butuh bantuan dari orang-orang terdekat untuk membatasi dalam hal memposting foto dan video anaknya agar tidak banyak tersebar di media sosial. Karena para orang tua harus bijak dalam memposting materi mengenai anak-anak. Pasalnya anak-anak akan memiliki masa depan yang ingin dilukisnya sendiri dan memiliki privasi yang tidak mau siapapun mengusiknya. Dengan membatasi memposting foto anak, tentu saja akan membuat anak merasa nyaman ketika beranjak dewasa nanti. Selain itu menjaga privasi anak di media sosial juga dapat membantu mengurangi hal-hal negative yang akan merugikan.