privasi di media sosial

Di era modern ini privasi merupakan salah satu hal saat ini sulit untuk dijaga. Pasalnya semua orang bisa dengan mudah menemukan data pribad seseorang hanya dengan menggunakan nama lengkap saja. hal terseuh dikarenakan semua informasi pribadi seseorang berupa nomor telepon, email, dan data lainnya dapat dengan mudah dibagikan melalui jejaring media sosial. Oleh sebab itu tak heran jika banyak sekali terjadi kasus cyber crime dalam sepuluh terakhir belakangan ini.

Saat ini banyak sekali kasus penculikan, jual beli data pribadi seseorang, kasus pembobolan rekening, penipuan, dan lain-lain yang mengancam banyak. Bebasnya penggunaan media sosial kini semakin berdampak pada meningkatnya kasus cyber crime di Indonesia. Jika anda tak ingin data diri anda sampai bocor ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, yuk simak cara menjaga privasi di media sosial berikut ini.

  1. Gunakan mode Private

Dengan mengaktifkan mode private pada akun media sosial anda bisa jadikan sebagai salah satu upaya untuk menjaga privasi dalam akun media sosial. Ini tentu saja akan membantu anda dalam melindungi privasi. Pasalnya orang-orang yang melihat postingan yang anda unggah hanyalah orang-orang yang anda kenali di dunia nyata. Memproteksi akun media sosial juga dapat mengurangi interaksi anda dengan akun-akun yang tidak anda kenali sebelumnya. Sehingga anda bisa melakukan komunikasi dengan orang-orang terdekat saja tanpa perlu mengkhawatirkan apapun.

  1. Seleksi permintaan teman

Untuk menjaga privasi anda salah satu upaya lain yang bisa anda lakukan adalah dengan tidak menerima secaa langsung semua permintaan pertemanan di akun media sosial seperti facebook atau instagram jika anda tak mengenali akun tersebut. Sebab anda tidak mengetahui secara pasti apa motif yang dimiliki oleh akun tersebut ingin mengikuti atau berteman dengan anda. Untuk mengantisipasi hal ini anda bisa menerima pertemanan dari akun-akun orang terdekat saja. media sosial sebenarnya bisa diatur oleh pemilik akun untuk bisa lebih selektif dalam menyeleksi permintaan pertemanan.

media-sosial

  1. Hindari untuk membagikan lokasi di media sosial

Walaupun ini terlihat seperti hal yang sepele, membagikan lokasi di akun media sosial merupakan salah satu hal yang sebaiknya anda hindari. Hal tersebut dikarenakan informasi tersebut dapat menunjukkan lokasi anda sesungguhnya. Membagikan lokasi di media sosial juga dapat memudahkan terjadinya aksi kriminilitas. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya untuk tidak mengaktifkan GPS ketika anda megakses media sosial atau membagikan lokasi anda sedang berada. Pasalnya hal tersebut bisa saja membahayakan bagi pengguna media sosial terhadap aksi penculikam atau pun aksi kejahatan lainnya. Kini banyak aksi penculikan yang berdasarkan postingan lokasi di instastory atau yang lainnya.

  1. Gunakan Password yang berbeda untuk setiap akun

Banyak orang yang memilih untuk menyamakan password pada semua akun media sosial mereka untuk mempermudah proses login. Akan tetapi hal tersebut bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Pasalnya jika akun yang anda miliki berhasil di bobol oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab, maka akun lainnya pun bisa ikut terkena imbasnya. Oleh sebab itu hindari penggunaan password yang sama untuk menghindari pembobolan akun dan membuat akun yang lain tetap aman. Selain itu anda juga bisa merubah akun secara berkala untuk bisa terus memperbaharui password akun media sosial milik anda untuk meminimalisir terjadinya kejahatan seperti itu.