Privacy,  Privacy Rule

Ketahui Perbedaan Data Privasi dengan Data Protection

Beberapa orang memandang jika data privasi dan data protection ialah dua hal yang masih sama. Walau sebenarnya ke-2 nya sebenarnya berlainan, namun erat berkaitan keduanya dalam tataran pelindungan data personal. Para pelaku bisnis memerlukan ke-2 nya saat membuat dan mengaplikasikan proses kontrol data yang maksimal.

Sejauh ini, kasus kebocoran data personal banyak terjadi di Indonesia. Untuk contoh pada 2020 lantas, public dihebohkan ada kebocoran 91 juta data pemakai dan tujuh juta data merchant Tokopedia, di mana data ini diupload di Facebook dan RaidForums serta bisa didownload dengan gratis.

Pada tahun yang juga sama terjadi kebocoran data, ada 2,tiga juta data pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dan 230 ribu data pasien COVID-19 yang menyebar. Selanjutnya pada Mei 2021, sekitar 279 juta data peserta BPJS Kesehatan dijualbelikan, kembali lagi di RaidForums. Disamping itu, ada pula kasus kebocoran data yang menerpa 1,tiga juta data pemakai program elektronik Health Alert Card (eHAC) yang diperkembangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Teror Kebocoran Data Terus Mengincar

Teror kebocoran data bukan hanya tiba dari peretasan pada mekanisme punya pengontrol data seperti perusahaan swasta atau instansi negara, tetapi juga dari penebaran oleh pemilik data itu sendiri.

Tetapi minimal kita dapat bernafas lega, karena Presiden Joko Widodo sudah menetapkan Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 mengenai Pelindungan Data Individu (PDP) pada tahun akhir kemarin. Undang-Undang itu atur tipe data personal, kewajiban pengontrol data personal, transfer data personal lintasi negara, larangan pemakaian data personal, sampai ancaman untuk pelanggar.

Undang-Undang itu berlaku untuk organisasi atau perusahaan yang tangani data personal customer, baik pada status sebagai pengontrol data dan/atau processor data.

Untuk kelompok usaha, cara ini sebuah inovasi dalam pengokohan pelindungan, keamanan, dan kedaulatan data, di mana akan menggerakkan kemajuan ekonomi digital yang inklusif. Hal ini sesuai dengan semangat KTT G20 Bali, di mana para anggotanya bermufakat untuk lebih memajukan alih bentuk digital lewat beragam langkah. Dimulai dari menggerakkan saluran data yang bebas, sampai merengkuh beragam faksi saat menangani rintangan dunia virtual lewat tehnologi cloud computing.

UU ini memberi kejelasan peranan untuk substansi usaha saat simpan, mengurus, dan mengolah data personal customer. Sudah pasti, ada poin utama khususnya tegakkan standard keamanan karena kelengahan dalam pemrosesan data personal bisa dikenakan ancaman, baik secara administratif, denda, dan pidana.

Dalam tataran pelindungan data personal tersebut, dikenali salah satunya dua faktor, yakni data privasi dan data protection. Lalu, apakah yang dimaksud data privasi dan data protection?

Ketidaksamaan Data Privasi dan Data Protection
Walaupun istilah data privasi dan data protection sepintas terlihat serupa, tetapi dua istilah itu mempunyai beberapa ketidaksamaan. Berikut ialah ketidaksamaan-perbedaannya:

Ketidaksamaan pertama, data privasi ialah berkenaan siapa pun yang mempunyai akses resmi pada sesuatu data. Data privasi tentukan beberapa pihak yang dibolehkan untuk terhubung sesuatu data, dan data protection berkenaan proses pelindungan data dari akses yang tidak resmi.
Ketidaksamaan ke-2 , data privasi adalah seperangkatan ketentuan yang atur pemakaian data saat sudah dibagi substansi mana saja. Dan data protection berkaitan pada prosesnya, yang terdiri dari piranti dan proses, untuk melakukan ketentuan, termasuk proses penangkalan akses data tidak resmi dan penyimpangan data.
Lantas ketidaksamaan yang ke-3 berada pada siapa faksi yang mengatur. Pada data privasi, faksi yang memiliki hak untuk mengatur data ialah pemilik data atau pemakai. Pemilik memiliki hak untuk tentukan standard privacy yang mereka harapkan untuk data mereka, dan faksi yang bertanggungjawab dalam data protection ialah instansi atau perusahaan pengontrol data. Pengontrol data adalah faksi yang bekerja mengimplementasi proses pelindungan data mereka, pastikan standard yang sudah diputuskan oleh pemilik data tercukupi.
Ketidaksamaan ke-4 ialah, data privasi lebih konsentrasi pada pengamanan data dari penebaran tidak resmi dan jual-beli data, dan data protection pada pengamanan data dari peretasan.
Dan ketidaksamaan ke-5 ialah, data privasi berkaitan apa yang bisa dan harus dilaksanakan oleh instansi atau perusahaan yang sudah kumpulkan data personal seorang dengan cara sah, dan kontrol apa yang pemilik data punyai atas penyimpanan dan pemakaian data itu. Dan data protection pastikan jika data akan terlindung dari akses yang tidak resmi oleh faksi yang tidak berkuasa.

Data Privacy
Contoh Implementasi Data Privasi dan Data Protection
Dalam program Whatsapp contohnya, pemakai bisa pilih pilihan untuk memperlihatkan display picture profile mereka, cuma ke contact, ke semuanya orang, atau cuma ke diri kita. Berikut yang disebutkan data privasi.

Di lain sisi, faksi Whatsapp berkewajiban penuh untuk pastikan opsi yang diputuskan pemakai tercukupi secara baik. Misalnya, display picture yang cuma diperuntukkan oleh pemakai untuk dianya saja, karena itu harus ditegaskan jika tidak mendadak bisa disaksikan oleh pemakai yang lain.

Simak juga: 5 Panduan Pilih Identity Verification Basis Pas

Data Privasi dan Data Protection Sama-sama Terkait
Berdasar keterangan di atas, karena itu bisa diambil simpulan jika agar privacy data bisa terwujud, makadata perlu diproteksi.

Walau berlainan, tetapi data privasi dan data protection erat berkaitan keduanya dalam tataran pelindungan data personal, di mana data privasi menjadi satu diantara faktor yang perlu diproteksi dalam data protection.

Untuk membuat dan mengimplementasi proses kontrol pelindungan data yang ideal, karena itu tiap perusahaan atau instansi pengontrol data, tidak cukup hanya mengaplikasikan salah satunya dari data privasi dan data protection. Namun, harus mengaplikasikan ke-2 nya.

Tidak harus kebingungan, karena Verihubs datang dan tawarkan produk Identity Verification Verihubs, yang memungkinkannya Anda bisa lakukan klarifikasi jati diri pemakai dengan sumber data yang terpercaya. Feature yang hendak Anda peroleh ialah OCR for ID Card Verihubs dan ID Cek.

Selekasnya kontak contact service pelanggan Verihubs untuk memperoleh informasi lebih detil berkenaan Identity Verification, dan Anda dapat pilih feature terbaik dari Verihubs yang paling sesuai keperluan usaha Anda.